Feeds:
Posts
Comments

Komunitas Konservasi Indonesia (KKI WARSI) Lembaga yang aktif dalam memperjuangkan penyelamatan lingkungan dan pendampingan masyarakat di dalam dan sekitar hutan, mengajak kita semua untuk turut berpartisipasi dalam berbagai lomba yang kami gelar dalam rangkaian Musyawarah Besar KKI WARSI.

Ayo.. buktikan kamu bisa berkarya...

Ayo.. buktikan kamu bisa berkarya…

Continue Reading »

Advertisements

Ayo Gabung dengan Warsi


KKI-WARSI bekerjasama dengan Lembaga Internasional bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam membutuhkan staff dengan kualifikasi sebagai berikut:

1. Teknologi Informasi, (Kode TI), -membuat, mengembangkan dan mengelola website, menguasai PHP dan Java Script.

2. Fasilitator Kesehatan, (Kode: FK), -mengembangkan dan memberikan pelayanan kesehatan dasar serta melakukan upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintah pemberi pelayanan kesehatan.

3. Pengelola Radio, (Kode: PR), -mampu membuat script dan memproduksi siaran radio.

4. Surveyor Pemetaan (Kode: SP), -melakukan survey lapangan (ground checking) dengan menggunakan GPS.

5. Fasilitator Komunitas Adat Marginal (Kode: FKA), mampu dan berpengalaman untuk melakukan advokasi perlindungan hak-hak dan pengorganisasian Komunitas Adat Marginal

Informasi lebih lanjut tentang proyek bisa diperoleh di : http://www.warsi.or.id. Lamaran diterima paling lambat tanggal 15 September 2013, melalui email lowongan@warsi.or.id


IMG-20130719-00487

Belajar, Bersiap Masuk Unja. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

“Bagaimana aku melewati tesan ya. Akeh hopi tokang,”  ujarnya kala ditanya tentang soal-soal yang tengah dipelajarinya guna menghadapi ujian  Minggu  (21/7) ini.  Besudut anak rimba yang akan ikut Ujian Masuk Bersama (UMB) Perguruan Tinggi 2013 ini,  terlihat cukup cemas untuk menghadapi tahapan lanjutan  yang akan dihadapinya.

Namun dengan bantuan dan dukungan fasilitator pendidikan Warsi, ia terus diyakinkan untuk bisa melewati tahapan pendidikannya ini.  Kecemasan Besudut bisa dimaklumi, dia merupakan pemuda rimba perdana yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Warsi yang sudah mendampingi Besudut sejak awal ia mengenal huruf dan angka, tentu juga berusaha supaya dia bisa melewati ujian masuk perguruan tinggi ini dengan baik. Continue Reading »


Besigar si Anak Rimba berjuang untuk sebuah masa depan. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

Besigar si Anak Rimba berjuang untuk sebuah masa depan. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

“Akeh ndok kemono semampu akeh, Akeh ndok belajor, akeh ndok pengen pintar. Au, akeh harop induk bepake memperjuangkan, au rombong minta jugo memperjuangkan, pemerintah jugo harop memperjuangkan (Saya mau belajar kemanapun semampu saya. Saya ingin pintar. Saya harap ibu dan bapak turut mendukung, dan dari kelompok rimba juga mendukung. Terutama dukungan pemerintah sangat diharapkan),” ujar Besigar (15), salah satu anak rimba dari kelompok Kedundung Muda Taman Nasional Bukit Dua Belas.

Besigar menjalin satu per satu mimpi-mimpinya untuk mendapatkan pendidikan sama dengan anak lain seusianya. Diawali dengan  ikut baca tulis hitung di pedalaman TNBD bersama fasilitator pendidikan KKI Warsi, hingga beberapa tahun belakangan mulai mengenal sekolah formal dengan format kelas jauh.  Dua tahun tahun dengan metoda kelas jauh, Besigar dinyatakan berhak untuk ikut Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar.

Sabtu  (8/6) adalah saat yang mendebarkan bagi Besigar bersama temannya rimbanya, Meranggai, Perbal, Sekolah, Bejujung, Besiar, dan Budi, mereka  mengetahui kelangsungan masa depan pendidikan mereka.  Beruntung pada pengumuman itu, tujuh anak rimba ini  dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan. Continue Reading »


Rumah Ladang & pemuda Orang Rimba - Sako Jernang Foto Alain Compost. Dok KKI Warsi

Rumah Ladang & pemuda Orang Rimba – Sako Jernang TNBD. Foto Alain Compost/Dok KKI Warsi

Hutan tempat mereka hidup berstatus hutan indung. “Mereka tidak boleh ada disitu. Persoalannya kemana mereka harus pergi untuk meneruskan hidup?” tanya Riri.  Demikian statemen Riri Riza di  Harian Kompas Sabtu 11 Mei 2013  pada Halaman Nama Dan Peristiwa, yang berjudul Demi Film Baru, Riri Riza Masuk Hutan. Berita lengkapnya bisa dilihat di sini http://entertainment.kompas.com/read/2013/05/11/07442345/Demi.Film.Baru.Riri.Riza.Masuk.Hutan

Bagi sebagian orang tentu statemen ini biasa, namun bagi pelaku sejarah di kawasan ini, tentu statemen ini dianggap aneh dan tidak sesuai fakta. Perlu diurai sedikit penjelasan tentang Orang Rimba dan kawasan hidup mereka.

Continue Reading »


Anak rimba lagi belajarKi Hajar Dewantara, di era 1900,-an jauh sebelum Indonesia merdeka telah memperjuangan hak-hak kaum priyayi untuk bisa menyenyam pendidikan layaknya kaum bangsawan.  Kini satu abad berlalu, dan Indonesia sudah lebih 68 tahun merdeka,  pendidikan dianggap sudah sangat berkembang dan dinikmati anak bangsa.  Namun di balik itu, tidak sedikit anak bangsa yang masih belum tersentuh pendidikan.

Orang Rimba, Bathin IX dan Talang Mamak adalah suku-suku asli marginal yang ada di Jambi, mereka nyaris belum bisa menikmati pendidikan.  Meski dalam UU Sistem Pendidikan Nasional kelompok masyarakat adat ini juga berhak atas pendidikan dan sudah diatur bagaimana adanya kekhususan untuk kelompok ini,  namun kenyataan di lapangan pendidikan untuk komunitas adat  tidak berjalan sebagaimana diamanatkan undang-undang. Continue Reading »


Art Performance teater Tonggal memperagakan Yusak mengajar anak-anak rimba. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

Art Performance teater Tonggak memperagakan Yusak mengajar anak-anak rimba. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

Air matanya menggantung dipelupuk, diciumnya lukisan sang putra yang sudah 14 tahun silam pergi meninggalkannya untuk selamanya.  Haru, sedih namum ada kebanggaan di hati Roosni Hutapea, sang ibu yang telah melahirkan Yusak Adrian Hutapea pionir guru pendidikan Orang Rimba.  Dalam kisahnya Roosni (75) sempat melarang Yusak putra kelimanya untuk bekerja di Warsi, ia meminta Yusak  bekerja di kota dengan pekerjaan yang lebih mapan.

Namun larangan sang mama, di jawab dengan bijak oleh Yusak. “Mama, kalau mama lihat sendiri orang rimba, melihat bagaimana mereka hidup, melihat bagaimana tanah-tanah mereka diambil pihak lain, saya yakin mama akan mendukung saya,”tutur Roosni menirukan ucapan Yusak kala itu. Continue Reading »

%d bloggers like this: