Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Orang Rimba’ Category


Bencana kabut asap selama tiga bulan yang melanda Sumatera dan Kalimantan telah menyengsarakan masyarakat umum,  termasuk komunitas adat marginal Orang Rimba.  Kehidupan di dalam rimba yang semula tenang dan damai, terusik akibat kabut asap yang menyeruak di antara pepohonan rimba. Tak ada tempat bagi Orang Rimba untuk menghindari asap yang semakin hari semakin pekat. Kondisi ini semakin diperburuk dengan kebakaran hutan yang yang terjadi di dekat pemukiman Orang Rimba.

kantor Lapangan WARSI yang disulap menjadi rumah evakuasi Orang Rimba

Kantor Lapangan WARSI yang disulap menjadi rumah evakuasi Orang Rimba. Foto Ade Chandra Dok KKI WARSI

Akibatnya sebagian Orang Rimba mencoba menghindari asap dengan keluar dari dalam rimba. Mereka mencoba

Musim kemarau panjang dan El Nino menyebabkan sebagian hutan Orang R

Musim kemarau panjang dan El Nino menyebabkan sebagian hutan Orang Rimba terbakar. Foto Ade Chandra Dok KKI WARSI

menghindar ke daerah yang dianggap bisa melindungi mereka.  Apalagi kondisi sebagian anak sudah mengalami serangan infeksi saluran pernafasan. Pengobatan yang dilakukan di dalam rimba oleh fasilitator kesehatan WARSI belum terlalu berdampak untuk pemulihan kesehatan Orang Rimba. Anak-anak yang terserang penyakit selalu saja ada setiap harinya.  Menampung Orang Rimba di kantor yang di sulap menjadi rumah singgah ini dilakukan untuk menghindari Orang Rimba melakukan perjalanan lebih jauh, sementara daerah yang dituju juga belum tentu bebas asap. Sebelumnya sejumlah media memberitakan Orang Rimba yang berada di Pekanbaru dan Pelalawan Riau. Sebelumnya Orang Rimba juga diberitakan berada di Sumatera Barat dan Palembang.

(more…)

Read Full Post »


Orang Rimba Memanggil D2

Read Full Post »

Orang Rimba Memanggil


Orang Rimba Memanggil_draft

Read Full Post »


IMG-20130719-00487

Belajar, Bersiap Masuk Unja. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

“Bagaimana aku melewati tesan ya. Akeh hopi tokang,”  ujarnya kala ditanya tentang soal-soal yang tengah dipelajarinya guna menghadapi ujian  Minggu  (21/7) ini.  Besudut anak rimba yang akan ikut Ujian Masuk Bersama (UMB) Perguruan Tinggi 2013 ini,  terlihat cukup cemas untuk menghadapi tahapan lanjutan  yang akan dihadapinya.

Namun dengan bantuan dan dukungan fasilitator pendidikan Warsi, ia terus diyakinkan untuk bisa melewati tahapan pendidikannya ini.  Kecemasan Besudut bisa dimaklumi, dia merupakan pemuda rimba perdana yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Warsi yang sudah mendampingi Besudut sejak awal ia mengenal huruf dan angka, tentu juga berusaha supaya dia bisa melewati ujian masuk perguruan tinggi ini dengan baik. (more…)

Read Full Post »


Besigar si Anak Rimba berjuang untuk sebuah masa depan. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

Besigar si Anak Rimba berjuang untuk sebuah masa depan. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

“Akeh ndok kemono semampu akeh, Akeh ndok belajor, akeh ndok pengen pintar. Au, akeh harop induk bepake memperjuangkan, au rombong minta jugo memperjuangkan, pemerintah jugo harop memperjuangkan (Saya mau belajar kemanapun semampu saya. Saya ingin pintar. Saya harap ibu dan bapak turut mendukung, dan dari kelompok rimba juga mendukung. Terutama dukungan pemerintah sangat diharapkan),” ujar Besigar (15), salah satu anak rimba dari kelompok Kedundung Muda Taman Nasional Bukit Dua Belas.

Besigar menjalin satu per satu mimpi-mimpinya untuk mendapatkan pendidikan sama dengan anak lain seusianya. Diawali dengan  ikut baca tulis hitung di pedalaman TNBD bersama fasilitator pendidikan KKI Warsi, hingga beberapa tahun belakangan mulai mengenal sekolah formal dengan format kelas jauh.  Dua tahun tahun dengan metoda kelas jauh, Besigar dinyatakan berhak untuk ikut Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar.

Sabtu  (8/6) adalah saat yang mendebarkan bagi Besigar bersama temannya rimbanya, Meranggai, Perbal, Sekolah, Bejujung, Besiar, dan Budi, mereka  mengetahui kelangsungan masa depan pendidikan mereka.  Beruntung pada pengumuman itu, tujuh anak rimba ini  dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan. (more…)

Read Full Post »


Rumah Ladang & pemuda Orang Rimba - Sako Jernang Foto Alain Compost. Dok KKI Warsi

Rumah Ladang & pemuda Orang Rimba – Sako Jernang TNBD. Foto Alain Compost/Dok KKI Warsi

Hutan tempat mereka hidup berstatus hutan indung. “Mereka tidak boleh ada disitu. Persoalannya kemana mereka harus pergi untuk meneruskan hidup?” tanya Riri.  Demikian statemen Riri Riza di  Harian Kompas Sabtu 11 Mei 2013  pada Halaman Nama Dan Peristiwa, yang berjudul Demi Film Baru, Riri Riza Masuk Hutan. Berita lengkapnya bisa dilihat di sini http://entertainment.kompas.com/read/2013/05/11/07442345/Demi.Film.Baru.Riri.Riza.Masuk.Hutan

Bagi sebagian orang tentu statemen ini biasa, namun bagi pelaku sejarah di kawasan ini, tentu statemen ini dianggap aneh dan tidak sesuai fakta. Perlu diurai sedikit penjelasan tentang Orang Rimba dan kawasan hidup mereka.

(more…)

Read Full Post »


Anak rimba lagi belajarKi Hajar Dewantara, di era 1900,-an jauh sebelum Indonesia merdeka telah memperjuangan hak-hak kaum priyayi untuk bisa menyenyam pendidikan layaknya kaum bangsawan.  Kini satu abad berlalu, dan Indonesia sudah lebih 68 tahun merdeka,  pendidikan dianggap sudah sangat berkembang dan dinikmati anak bangsa.  Namun di balik itu, tidak sedikit anak bangsa yang masih belum tersentuh pendidikan.

Orang Rimba, Bathin IX dan Talang Mamak adalah suku-suku asli marginal yang ada di Jambi, mereka nyaris belum bisa menikmati pendidikan.  Meski dalam UU Sistem Pendidikan Nasional kelompok masyarakat adat ini juga berhak atas pendidikan dan sudah diatur bagaimana adanya kekhususan untuk kelompok ini,  namun kenyataan di lapangan pendidikan untuk komunitas adat  tidak berjalan sebagaimana diamanatkan undang-undang. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: