Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Advokasi’ Category


IMG-20130719-00487

Belajar, Bersiap Masuk Unja. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

“Bagaimana aku melewati tesan ya. Akeh hopi tokang,”  ujarnya kala ditanya tentang soal-soal yang tengah dipelajarinya guna menghadapi ujian  Minggu  (21/7) ini.  Besudut anak rimba yang akan ikut Ujian Masuk Bersama (UMB) Perguruan Tinggi 2013 ini,  terlihat cukup cemas untuk menghadapi tahapan lanjutan  yang akan dihadapinya.

Namun dengan bantuan dan dukungan fasilitator pendidikan Warsi, ia terus diyakinkan untuk bisa melewati tahapan pendidikannya ini.  Kecemasan Besudut bisa dimaklumi, dia merupakan pemuda rimba perdana yang akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Warsi yang sudah mendampingi Besudut sejak awal ia mengenal huruf dan angka, tentu juga berusaha supaya dia bisa melewati ujian masuk perguruan tinggi ini dengan baik. (more…)

Advertisements

Read Full Post »


Besigar si Anak Rimba berjuang untuk sebuah masa depan. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

Besigar si Anak Rimba berjuang untuk sebuah masa depan. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

“Akeh ndok kemono semampu akeh, Akeh ndok belajor, akeh ndok pengen pintar. Au, akeh harop induk bepake memperjuangkan, au rombong minta jugo memperjuangkan, pemerintah jugo harop memperjuangkan (Saya mau belajar kemanapun semampu saya. Saya ingin pintar. Saya harap ibu dan bapak turut mendukung, dan dari kelompok rimba juga mendukung. Terutama dukungan pemerintah sangat diharapkan),” ujar Besigar (15), salah satu anak rimba dari kelompok Kedundung Muda Taman Nasional Bukit Dua Belas.

Besigar menjalin satu per satu mimpi-mimpinya untuk mendapatkan pendidikan sama dengan anak lain seusianya. Diawali dengan  ikut baca tulis hitung di pedalaman TNBD bersama fasilitator pendidikan KKI Warsi, hingga beberapa tahun belakangan mulai mengenal sekolah formal dengan format kelas jauh.  Dua tahun tahun dengan metoda kelas jauh, Besigar dinyatakan berhak untuk ikut Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar.

Sabtu  (8/6) adalah saat yang mendebarkan bagi Besigar bersama temannya rimbanya, Meranggai, Perbal, Sekolah, Bejujung, Besiar, dan Budi, mereka  mengetahui kelangsungan masa depan pendidikan mereka.  Beruntung pada pengumuman itu, tujuh anak rimba ini  dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan. (more…)

Read Full Post »


Anak rimba lagi belajarKi Hajar Dewantara, di era 1900,-an jauh sebelum Indonesia merdeka telah memperjuangan hak-hak kaum priyayi untuk bisa menyenyam pendidikan layaknya kaum bangsawan.  Kini satu abad berlalu, dan Indonesia sudah lebih 68 tahun merdeka,  pendidikan dianggap sudah sangat berkembang dan dinikmati anak bangsa.  Namun di balik itu, tidak sedikit anak bangsa yang masih belum tersentuh pendidikan.

Orang Rimba, Bathin IX dan Talang Mamak adalah suku-suku asli marginal yang ada di Jambi, mereka nyaris belum bisa menikmati pendidikan.  Meski dalam UU Sistem Pendidikan Nasional kelompok masyarakat adat ini juga berhak atas pendidikan dan sudah diatur bagaimana adanya kekhususan untuk kelompok ini,  namun kenyataan di lapangan pendidikan untuk komunitas adat  tidak berjalan sebagaimana diamanatkan undang-undang. (more…)

Read Full Post »


Art Performance teater Tonggal memperagakan Yusak mengajar anak-anak rimba. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

Art Performance teater Tonggak memperagakan Yusak mengajar anak-anak rimba. Foto Heriyadi/Dok KKI Warsi

Air matanya menggantung dipelupuk, diciumnya lukisan sang putra yang sudah 14 tahun silam pergi meninggalkannya untuk selamanya.  Haru, sedih namum ada kebanggaan di hati Roosni Hutapea, sang ibu yang telah melahirkan Yusak Adrian Hutapea pionir guru pendidikan Orang Rimba.  Dalam kisahnya Roosni (75) sempat melarang Yusak putra kelimanya untuk bekerja di Warsi, ia meminta Yusak  bekerja di kota dengan pekerjaan yang lebih mapan.

Namun larangan sang mama, di jawab dengan bijak oleh Yusak. “Mama, kalau mama lihat sendiri orang rimba, melihat bagaimana mereka hidup, melihat bagaimana tanah-tanah mereka diambil pihak lain, saya yakin mama akan mendukung saya,”tutur Roosni menirukan ucapan Yusak kala itu. (more…)

Read Full Post »


Masyarakat menderita akibat buruknya pengelolaan lingkungan. Foto Dok KKI Warsi

Masyarakat menderita akibat buruknya pengelolaan lingkungan. Foto Dok KKI Warsi

Setelah sempat surut pada januari lalu, belakangan banjir kembali menerjang sejumlah daerah di Jambi.  Ribuan rumah terendam, perekonomian lumpuh, sejumlah daerah terisolasi dan  sejumlah sekolahpun diliburkan.   Jika dilihat dari kondisi lingkungan saat ini,  dengan intensitas hujan yang cukup tinggi maka banjir akan cepat datang.  Hal ini disebabkan karena perencanaan ruang Provinsi Jambi yang tidak tertata  dan terkelola dengan baik.

Daerah tangkapan air diwilayah hulu dialih fungsikan dari hutan menjadi hutan tanaman, perkebunan sawit dan pertambangan.  Akibatnya daya dukung lingkungan menjadi sangat rendah sehingga bencana cepat datang.  (more…)

Read Full Post »

Memanen Air hujan


Model Pembangunan Sumur Resapan

Jambi mengalami musim kemarau hingga akhir September, demikian judul sebuah berita online yang baru saja aku baca. Berdasarkan Prakirawan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi, Bahar Abdullah menyatakan daerah tersebut berpotensi mengalami kekeringan hingga pertengahan September mendatang. “Hingga pertengahan September 2012 mendatang, wilayah Provinsi Jambi akan mengalami puncak musim kemarau,” kata Bahar Abdullah, di Jambi, Senin.(Dikutip dari http://www.antaranews.com/warta-bumi).

(more…)

Read Full Post »


Peta yang memperlihatkan Gambut dipantai timur Jambi sudah di bangun kanalisasi.

Sudah lebih dua bulan kabut asap menyelimuti langit Jambi.  Asap rutin tahunan ini, sudah sangat mengganggu kehidupan masyarakat. Dari ganggan kesehatan dengan meningkatnya jumlah penderita ISPA hingga gangguan ekonomi dengan tertundanya sejumlah penerbangan, hingga gangguan anak-anak mendapatkan pendidikan karena sekolah harus diliburkan. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: